DASBOARD

Cari Blog Ini

Sabtu, 16 April 2016

Akuntansi Internasional Bag 2


BAB II
PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI

SEJARAH
            Akuntansi harus memberikan respon terhadap kebutuhan masyarakat akan informasi yang terus berubah dan mencerminkan kondisi budaya, ekonomi, hukum, sosial, dan politik yang ada dalm lingkup operasinya. Pada awalnya akuntansi tidak lebih dari sistem pencatatan perbankan tertentu dan skema pemungutan pajak. Namun seiring semakin bermunculan perusahaan-perusahaan moderen yang mendorong pelaporan keuangan dan auditing secara periodik maka akuntan harus mengikuti perkembangan yang terjadi dan mampu untuk mengukur dan melaporkan kewajiban pemulihan kondisi lingkungan dan mampu mengungkapkan praktik-praktik kotor yang terjadi. 

PERKEMBANGAN
Dengan memahami perkembangan akuntansi yang terjadi maka kita akan mampu memahami sistem akuntansi suatu negara dengan faktor yang mempengaruhinya, karena akuntansi bereaksi pada lingkungannya, maka akuntansi setiap negara akan berbeda karena lingkungan yang berbeda pada setiap negara. Ada delapan faktor yaitu :
1. Sumber pendanaan. 
Dengan pasar ekuitas yang kuat akuntansi memiliki fokus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait.
2. Sistem hukum. 
Sistem hukum menentukan bagaimana individu dan lembaga berinteraksi.
3. Perpajakan.
Peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk kegiatan perpajakan.
4. Ikatan politik dan ekonomi.
Integrasi ekonomi melalui pertumbuhan perdagangan dan arus modal internasional merupakan pendorong kuat akan konvergensi standar akuntansi.
5. Inflasi.
inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya historis dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu negara untuk menerapkan perubahan harga terhadap akun-akun perusahaan.
6. Tingkat perkembangan ekonomi.
 Mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.
7. Tingkat pendidikan.
 Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit (sophisticated) akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan.
8. Budaya.
Hofstede menjelaskan empat dimensi budaya nasional (nilai sosial):
• Individualisme, merupakan kecenderungan terhadap tatanan sosial yang tersusun longgar dibandingkan terhadap tatanan yang tersusun ketat dan saling tergantung.
• Jarak kekuasaan, sejauh mana hierarki dan pembagian kekuasaan dalam suatu lembaga dan organisasi secara tidak adil dan dapat diterima.
• Penghidaran ketidakpastian
• Maskulinitas, sejauh mana peranan gender di bedakan dan kinerja dan pencapaian yang dapat dilihat (nilai-nilai maskulin yang tradisional) ditekankan daripada hubungan dan perhatian (nilai-nilai feminim yang tradisional)
Berdasarkan analisis diatas gray mengusulkan empat dimensi nilai akuntansi yang memengaruhi praktik pelaporan keuangan suatu negara :
• Provesionalisme versus kontrol wajib : preferensi terhadap pelaksanaan pertimbangan provesional individu dan regulasi sendiri kalangan profesional dibandingkan terhadap kepatuhan dengan ketentuan hukum yang telah di tentukan.
• Keseragaman versus fleksibilitas : preferensi terhadap keseragaman dan konsistensi dibandingkan dengan fleksibilitas dalam berekasi terhadap suatu keadaan tertentu.
• Konservatisme versus optimisme : preferensi terhadap ukuran-ukuran laba yang lebih konservatif merupakan hal yang konsisten dengan penghindaran ketidakpastian yang kuat yang berasal dari perhatian terhadap keamanan dan kebutuhan yang dipersepsikan untuk mengadopsi pendekatan yang hati-hati untuk menangani ketidakpastian masa depan.
 • Kerahasiaan versus tranparansi : preferensi atas kerahasiaan dan pembatasan informasi usaha menurut dasar kebutuhan untuk tahu dibandingkan dengan kesediaan untuk mengungkapkan informasi kepada publik.

KLASIFIKASI
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara: dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi dan  basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh dunia.
Empat Pendekatan terhadap Perkembangan Akuntansi
Klasifikasi awal yang dilakukan adalah yang diusulkan oleh Mueller pertengahan tahun 1960-an dengan mengidentifikasikan empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di negara-negara barat dengan sistem ekonomi berorientasi pasar.

1) Berdasarkan pendekatan makroekonomi 
Praktik akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Tujuan perusahaan umumnya mengikuti dan bukan memimpin kebijakan nasional, karena perusahaan bisnis mengoordinasikan kegiatan mereka dengan kebijakan nasional. Akuntansi di Swedia berkembang dari pendekatan makroekonomi.
2) Berdasarkan pendekatan mikroekonomi
Akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup. Akuntansi di Belanda berkembang dari pendekatan mikroekonomi.
3) Berdasarkan pendekatan independen.
Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalakan. Akuntansi berkembang secara independen di Inggris dan Amerika Serikat.
4) Berdasarkan pendekatan yang seragam.
Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkn perancang pemerintah, otoritas pajak dan bahkan manajer untuk menggunakan informasi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis. Perancis, dengan bagan akuntansi nasional yang seragam, merupakan pendukung utama pendekatan seragam.
Sistem Hukum: Akuntansi Hukum Umum dengan Hukum Kode Akuntansi juga dapat diklasifikasikan sesuai dengan sistem hukum suatu negara:
1.    Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakter berorientasi terhadap “penyajian wajar”, transparansi dan pengungkapan penuh dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak. Pasar saham mendominasi sumber-sumber keuangan dan pelaporn keuangan ditunjukkan untuk kebutuhan informasi investor luar. Penentuan standar akuntansi cenderung merupakan aktivitas sector swasta dengan peranan penting yang dimainkan oleh profesi akuntansi.
2. Akuntansi dalam negara-negara hukum kode memiliki karakteristik berorientasi legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak. Bank atau pemerintah (“orang dalam”) mendominasi sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditujukan untuk perlindungan kreditor. Penentuan standar akuntansi cenderung merupakan aktivitas sektor public dengan relative sedikit pengaruh dari profesi akuntansi.s istem Praktik: Akuntansi Penyajian Wajar versus Kepatuhan Hukum terdapat beberapa alasan yang menyebabkan perbedaan akuntansi pada tingkat nasional menjadi semakin hilang, yaitu:
(1) Ratusan perusahaan saat ini mencatatkan sahamnya pada bursa efek di luar negara asal mereka.
(2) Beberapa negara hukum kode, secara khusus Jerman dan Jepang, mengalihkan tanggung jawab pembentukan standar akuntansi dari pemerintah kepada kelompok sektor swasta yang professional dan independen.
(3) pentingnya pasar saham sebagai sumber pendanaan semakin tumbuh di seluruh dunia.

Pembedaan antara penyajian wajar dan kesesuaian hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi, seperti:

1. Depresiasi, dimana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi (penyajian wajar) atau jumlah yang diperbolehkan untuk tujuan pajak (kepatuhan hukum),
2. Sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian aktiva tetap (properti) diperlakukan seperti itu (penyajian wajar) atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum), 
3. Pension dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat berhenti bekerja (kepatuhan hukum.

Akuntansi Internasional Bag 1


Pendahuluan

Akuntansi menyediakan informasi mengenai perusahaan dan transaksi untuk memfasilitasi keputusan alokasi sumber daya oleh para pengguna informasi tersebut. jika informasi yang dilaporakan dapat diandalkan dan bermanfaat, maka sumber daya yang terbatas itu dapat dialokasikan secara optimal, dan sebaliknya alokasi sumber daya menjadi kurang opitmal kika informasi kurang andal dan tidak bermanfaat. akuntansi internasional, tidaklah berbeda dari peranan yang dimaksudkan. hal yang membuat berbeda adalah bahwa entitas yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional (multinatinal companya-MNC) dengan opersai dan transaksi yang melintasi batas-batas negara, atau suatu entitas dengan kewajiban pelaporan kepada para pengguna yang beralokasi dinegara selainn negara entitas pelapor.
Akuntansi mencakup beberapa proses yang luas : pengukuran, pengungkapan dan pemeriksaan (auditing). pengukuran adalah proses mengidentifikasikan, mengelompokkan dan menghitung aktivitas ekonomi atau transaksi. pengukuran itu memberikan masukann mendalam mengenai profitabilitas opersai suatu perusahaan dan kekuatan posisi keuangannya, pengungkapan adalah proses dimana pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna yang diharapkan. bidang ini memusatkan perhatian pada isu-isu seperti apa yang akan dilaporkan, kapan, dengan cara apa, dan kepada siapa. auditing adalah proses dimana kelangan profesional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi (pengujian) terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi. apabila auditor internal adalah karyawan perusahaan yang bertanggung jawab kepada manajemen, maka auditor eksternal adalah pihak bukan karyawan yang bertanggungjawab untuk melakukan atestasi bahwa laporan keuangan perusahaan disusun menurut standar akuntansi yang berlaku umum.

Sudut pandang sejarah 
Sejarah akuntansi merupakan sejarah iternasional. kronologi berikut ini menunjukkan bahwa akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuannya untuk diterapkan dari satu kondisi nasional ke kondisi lainnya, sementara dari pihak lain memungkinkan timbulnya pengembangan terus-menerus dalam bidang teori dan praktik diseluruh dunia. sebagai permulaan, sistem pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping), yang umumnya dianggap sebagai awal penciptaan akuntansi seperti yang kita ketahui hari ini, berawal dari negara-negara kota di italia pada abad ke-14 dan 15. perkembangannya didorong oleh pertumbuhan perdagangan internasional di italia utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersia. "Pembukuan ala italia" kemudian beralih ke jerman untuk membantu para pedagang pada zaman Fugger dan kelompok Hanseatik. pada waktu yang hampir bersamaan, pada zaman bisnis di belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodik dan aparat pemerintahan di peranis menemukan keuntungan menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintahan.
Singkat kata, gagasan mengenai akuntansi pembukuan berpasangan mencapai kepualauan inggris. perkembangan inggris raya menciptakn kebutuhan yang tidak terelakan lagi bagi kepentingan komersial inggris untuk mengelola dan mengendaliakna perusahaan didaerah koloni, dan untuk pencatatan perusahaan kolonial yang akan diperiksa ulangd dan diverifikasi. kebutuhan-kebutuhan ini menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi pada tahun 1850-an dan suatu profesi akuntansi publik yang terorganisasi di skotlandia dan inggris selama tahun 1870-an. praktik akuntansi inggris menyebar luas tidak hanya di seluruh amerika utara, tetapi juga di seluruh wilayah pesemakmuran inggris yang ada waktu itu.
perkembangan yang sama dan kurang lebih serupa juga terjadi ditempat lain misalnya, untuk menyebut satu diantara banyak tempat lain, misalnya, untuk menyebut satu diantara banyak tempat lain, model akuntansi belanda digunakan juga diindonesia. sistem akuntansi perancis menemukan tempatnya di polinesia dan wilayah-wilayah di afrika yang ada dibawah pemerintahan prancis, sedangkan kerangka pelaporan sistem jerman terbukti berpengaruh di jepang, swedia, dan kekaisaran rusia.
seiring dengan kekuatan ekonomi amerika serikat yang tumbuh selama paruh pertama abad ke-20, kerumitan masalah-masalah akuntansi muncul juga secara bersamaan. sekolah-sekolah bisnis membantu perkembangan tersebut dengan merumuskan bidang-bidang masalah dan pada akhirnya mengakui sebagi suatu disiplin ilmu akademik sendiri pada berbagai sekolah tinggi dan universitas, setelah perang dunia II, pengaruh akuntansi makin terasa dengan sendirinya pada dunia barat, khususnya di jerman dan jepang. pada tingkatan yang agak kurang , faktor yang sama juga dapat dilihat secara langsung di negara-negara seperti brasil, israel, meksiko, filiphina, swedia dan taiwan

Pertumbuhan dan penyebaran operasi internasional
Bisnis internasional secara tradisional terkait dengan perdagangan luar negeri. kegiatan yang berakar dari masa lampau ini akan terus berlanjut tanpa terputus. ketika dimasa lalu perdagangan jasa biasanya kalah penting jika dibandingkan dengan perdagangan barang. saat ini perdagangan jasa mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan dan berkembang dengan tingkat yang lebih cepat daripada perdagangan barang. topik akuntansi yang utama berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor adalah akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing.
saat ini, bisnis internasional melebihi perdagangan luar negeri dan meningkat asosiasi dengan investasi asing langsung, yang meliputi pendirian sistem manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang memiliki sentuhannya, usaha patungan, atau aliansi strategis.
saat terlihat jelas adanya bias dari negara-negara maju terhadap investasi asing, secara langsung arus investasi asing meledak ke negara-negara berkembang sejak awal tahun 1990-an sehingga menunjukkan bahwa MNC makin menyadari bahwa negara-negara tuan rumah ini (host countries) menjadi lokasi investasi yang menarik.
para pembaca domestik bukalah satu-satunya pihak yang menjadi sasaran utama dalam entitas pelaporan. bagaimanakah halnya dengan laporan bagi pembaca yang berdomisili diluar negeri ? kebutuhan informasi mereka haruslah diperhitungkan khususnya pada saat suatu firma hendak memperoleh akses pada sumber-sumber pendanaan luar negeri dan dalam batasan biaya yang wajar. pasar dan biaya pendanaan pada gilirannya berkaitan dengan sifat dasar dan kualitas dari komunikasi keuangan eksternal firma yang bersangkutan. bukti menunjukkan bahwa beberapa penanaman modal intitusional memperlihatkan adanya biasa dalam pilihan-pilihan portofolio mereka, yang disebabkan adanya standar yang berbeda antara negara asal mereka dengan standar negara lain yang menjadi sasaran investasinya. hal ini menyebabkan para investor cenderung berinvestasi pada firma-firma non-domestik yang menggunakan metode laporan dan perhitungan sesuai dengan kerangka kerja GAAP yang lebiah biasa digunakan.
Sebagai tambahan untuk pelaporan eksternal, penggunaan internal (manajer keuangan dan akuntansi) juga harus memahami pengaruh kompleksitas lingkungan pengukuran akuntansi suatu perusahaan multinasionla (multinational enterprise-MNE). memhami pengaruh perubahan nilai tukar dan tingkat inflasi merupakan hal penting dalam bidang-bidang seperti menyusun anggaran jangka pendek dan jangka panjang induk perusahaan dan anak-anak perusahaan (atau cabang-cabang) mengukur dan mengevaluasi kinerja unit usaha lokal dan para manajernya, membuat keputusan yang berpengaruh pada perusahaan secara keseluruhan dalam melakukan alokasi modal investasi dan laba ditahan, dan sebagainya. hal yang membuat lebih rumit lagi adalah kurs nilai tukar dan tingkat inflasi tidak bergerak bersamaan. begitu luasnya pengaruh perubahan kurs nilai tukar valuta asing dan inflasi luar negeri terhadap pengukuran akuntansi menyebabkan sistem pengendalian keuangan domestik tidak mampu memenuhi kebutuhan para manajer dengan baik tanpa dilakukannya penyesuaian lingkungan yang memadai. kemudian terdapat juga permasalah seputar pengendalian manajemen. ketika perusahaan sering kali memperluas operasinya ke luar negeri untuk lebih mengambil untung dari rendahnya upah buruh atau dari pasar yang belum terjamah, produktivitas dan gaya pengambilan keputusan menjadi begitu berbeda sehingga ekspektasi perusahaan tersebut seiring kali harus menemui kekecewaan. upaya untuk menetapkan sistem kontrol bagi para manajer luar negeri yang tidak sesuai dengan tata cara kebudayaan mereka hanya akan melipatgandakan kekecewaan tersebut.

Inovasi keuangan
Manajemen resiko telah menjadi istilah yang populer dalam lingkungan perusahaan dan manajemen. alasannya tidaklah sulit dicari. dengan deregulasi pasar keuangan dan pengendalian modal yang terus dilakukan, kerentanan dalam harga komoditas, valuta asing, kredit dan ekuitas menjadi hal yang biasa dewasa ini. perputaran naik turunnya harga ini tidak seta-merta langsung berdampak pada proses pelaporan internal, tetapi juga menghadapkan perusahaan pada risiko menderita kerugian ekonomis. hal ini memacu tujuan aktivitas perusahaan dalam mengidentifikasi risiko yang mereka hadapi berasal dari kerentanan tersebut, memutuskan risiko mana yang perlu dilindungi dan mengevaluasi hasil strategi manajemen risiko yang dijalankan. pertumbuhan jasa manajemen risiko yang cepat memungkinkan perusahaan dapat mempertinggi nilai perusahaan dengan mengatur manajemen risikonya. investor dan pemegang saham perusahaan lainnya mengharapkan manajer keuangan untuk mengidentifikasi dan secara aktif mengelola eksposur tersebut. pada saat yang bersamaan, kemajuan dalam teknologi keuangan memungkinkan pergeseran risiko antar-pihak tidak dapat dialihkan dan sekarang berada pada pundak sekelompok besar pelaku pasar keuangan, yang banyak diantaranya berada ribuan mil jauhnya. tampaklah jelas adanya ketergantungan yang ditimbulkan terhadap praktik pelaporan internasional dan kebingungan yang timbul dari perbedaan pengukuran produk risiko keuangan. mereka yang memiliki keahlian manajemen risiko sangat dihargai oleh pasar.

Merger dan Akuisis lintas batas negara 
Seiring dengan berlanjutnya tren global atas konsolidasi industri, berita mengenai merger dan akuisi internasional praktis merupakan kenyataan sehari-hari. apabila mereger umumnya diringkas dengan istilah sinergi operasi atau skala ekonomi, akuntansi memainkan peranan yang penting dalam mega konsolidasi ini mereka karena angka-angka yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses oenilaian perusahaan. perbedaan aturan pengukuran nasional dapat memperumit proses penilaian perusahaan.

Internasionalisasi pasar modal 
Faktor yang mungkin banyak menyumbangkan perhatian lebih terhadap akuntansi internasional di kalangan eksekutif perusahaan, investor, regulator pasar, membuat standar akuntansi dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal seluruh dunia. data statistik memperlihatkan bahwa dalam arus modal lintas bata negara telah melonjak naik menjadi leih dari dua puluh kali lipat sejak tahun 1990. sementara itu, niali penawaran sekuritas internasional telah melonjak lebih dari empat kali lipat dalam periode yang sama, dan saat ini telah melampau nilai lebih dari 1,5 triliun dolar. penawaran internasional yang berkenaan dengan obligasi (surat utang), pinjaman modal perusahaan dan prasaran utang lainnya, semua ini telah melonjak naik secara dramatis sejak tahun 1990. bank investasi Russel, Grenwich Associates, Morgan Stanley, Merrill Lynch dan Grail Partners, semuanya telah memperkirakan bahwa investasi perlindungan dana retail secara mendunia akan mengalami kenaikan hingga 2,5 triliun dolar pada tahun 2010. seluruh kenaikan ini mewakili sekitar 14,3% dari tingkat perkembangan tahunan gabungan sejak tahun 2005. dengan makin terintegrasinya pasar keuangan, kita juga menyaksikan adanya peningkatan dalam jumlah perusahaan yang terdaftar pada berbagai bursa efek di seluruh dunia. selam lebih dari sepuluh tahun , kapitalisasi pasar modal dunia telah bertambah lebih dari dua kali lipat hingga mendekati sekitar 40 triliun dolar. federasi bursa efek dunia (World federatio of exchanges) melaporkan bahwa meskipun jumlah perusahaan domestik yang terdaftar di beberapa tempat meningkat dan di tempat lain justru menurun dalam paruh pertama dekade ini, namun demikian tingkat rata-rata volme perdagangan tahunan dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar telah melonjak secara signifikan. tiga wilayah dengan pasar modal terbesar adalah wilayah benua Amerika, Asia Pasifik dan Eropa, termasuk juga didalamnya Afrika dan Timur Tengah.

Amerika
Ekonomi AS dan pasar sahamnya mengalami pertumbuhan tanpa henti selama tahun 1990-an. saat ini, baik NYSE maupun NASDAQ mendiminasi bursa efek lain di seluruh dunia dalam hal kapitalisasi pasar, nilai perdagangan saham domestik, nilai perdagangan saham asing (di luar Bursa efek london-LSE), jumlah perusahaan domestik yang mencatatkan saham dalam jumlah perusahaan asing yang mencatatkan sahamnya. relatif pentingnya amerika dalam pasar ekuitas global juga meningkat. kapitalisasi pasar di amerika dalam presentase terhadap total global berada pada posisi 47,5 persen pada awal tahun 2006. namunn diamerika sekalipun, kuatnya tuntunan kompetisi global juga makin dirasakan. komite pengaturan pasar modal (The committe on capital market regelutation), yang anggota-anggotanya ditunjuk langsung oleh SEC dan juga berkoordinasi dengan dewan keuangan federal pemerintahan (federal reserve board of governors) dan departemen keuangan amerika serikat, telah menetapkan bahwa amerika serikat akan kehilangan pengaruhnya dalam pasar modal dunia kecuali jika amerika merampingkan berbagai ketetapan peraturan pemodalnya, yang oleh pasar dirasa terlalu memberatkan
EropaBarat
Eropa adalah wilayah pasar ekuitas terbesar di dunia dalam hal kapitalisasi pasar dan volume perdagangan. perluasan ekonomi secara signifikn turut menyumbangkan pertumbuhan pasar ekuitas eropa yang cepat selama paruh kedua tahun 1990-an. faktor terkait di eropa kontinental adalah perubahan perlahan menuju orientasi ekuitas yang sudah lama menjadi ciri-ciri pasar ekuitas london dan amerika utara. privatisasi yang dilakukan terhadap banyak perusahaan besar milik pemerintah telah membuat pasar ekuitas eropa menjadi lebih penting dan menarik investor non-institusional (non-lembaga), yang hingga pasar eropa telah tumbuh seiring dengan keberhasilan persatuan moneter eropa (European monetary union). pasar ekuitas akan terus tumbuh, reformasi pensiun sebagai contoh, telah menimbulkan permintaan baru terhadap kesempatan investasi.
persaingan terus-menerus diantara bursa efek eropa ikut berperan dalam membangun kultur pasar modal. selama kurun 1990, pasar modal dibenua eropa telah menjadi makin terarhkan pada kepentingan para investor baru. investor eksternal, secara khusus berarti investor luar negri dan investor institusional, dewasa ini makin menuntut keterbukaan pasar dalam segala segi dan makin menuntut peningkatan tata kelola perusahaan. sebagai tambahan, perkembangan pasar modal telah menjadi hal yang begitu penting bagi pemerintahan nasional dan juga bagi mereka yang mengatur regulasi pasar, yang semuanya bersaing demi mendapatkan pengakuan dan nama baiknya. banyak dari para regulator sekuritas dan bursa efek di eropa yang telah menerapkan tata peraturan pasar yang lebih ketat dan saat ini justru makin memperkokoh upaya penegakan tata peraturan tersebut.

Asia 
Banyak ahli yang memperkirakan asia akan menjadi wilayah pasar ekuitas kedua terpenting. republik rakya cina (cina) muncul sebagai perekonomian global utama dan negara-negara "Macan Asia" mengalami pertumbuhan dan pembangunan yang fenomenal. beberapa pengkritik berpendapat pengukuran akuntansi, pengungkapan dan standarauditing di asia serta pengwasan dan penegakan implementasi standar tersebut lemah. beberapa pemerintah negara di asia secara periodik mengumumkan bahwa mereka akan melakukan intervensi dalam pasar ekuitas untuk meningkatkan harga saham dan memanipulasi pasar bukanlah hal yang tidak umum. prospek pertumbuhan masa depan dalam pasar ekuitas asia tampak kuat. kapitalisasi pasar sebagi persentase dari produk domestik bruto (Gross Domestic Product-GDP) di asia terbilang rendah dibandingkan dengan di amerika serikat dan beberapa pasar utama eropa. hal ini menunjukkan bahwa pasar ekuitas dapat memainkan peranan yang lebih besar di banyak perekonomian asia. demikian juga, pemerintah dan bursa efek di asia berada di bawah tekanan untuk memperbaiki kualitas dan kredibilitas pasar untuk menarik para investor. seperti yang telah disebutkan sebelumnya beberapa pasar asia-pasifik (seperti cina, india, korea, taiwan dan hongkong) telah tumbuh dengan cepat dan mengalami volume perdagangan yang relatif besar terhadap kapitalisasi pasar.

Pencatatan dan penerbitan saham lintas batas negara
Gelombang minat melakukan pencatatan saham lintas batas negara tidak merupakn fenomena kesempatan. bukti menunjukkan bahwa perusahaan penerbit saham bermaksud melakukan pencatatan lintas-batas di eropa untuk memperluas kelompok pemegang saham, meningkatkan kesadaran terhadap produk mereka dan/atau membangun kesadaran masyarakat terhadap perusahaan, khususnya negara-negara di mana perusahaan meiliki operasi yang signifikan dan/atau pelanggan utama.
Regulator nasional dan bursa efek sangat berkompetisi dalam pencatatan saham asing dan volume perdagangan, yang merupakan hal penting bagi bursa efek yang berkeinginnan untuk menjadi atau memepertahankan posisi sebagai pemimpin global. sebagai respons, bursa efek dan regulator pasar eropa telah bekerja untuk membuat akses masuk yang lebih cepat dan lebih murah bagi para perusahaan asing penerbit saham dan pada saat yang bersamaan meningkatkan kredibilita mereka. oleh karena pasar modal menjadi makin khusus, setiap pasar menawarkan manfaat unik untuk para penerbit asing.
Banyak perusahaan eropa mengalami kesulitan ketika memutuskan dimana mengingkatkan jumlah modal atau mencatatkan sahamnya. pengetahuan mengenai berbagai pasar ekuitas dengan hukum, aturan dan karakter kelembagaan yang berbeda sangat diperlukan saat ini. hal yang juga diperlukan adalah pemahaman mengenai bagaimana karakteristik perusahaan penerbit saham dan bursa efek saling berhubungan. negara asal, industri dan besarnya penawaran perusahaan penerbit saham hanyalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.
Derap perubahan terjadi di pasar-pasar modal seluruh dunia hingga saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan melambat. salah satu contoh adalah makin bertambah pentingnya konsolidasi dan kerja sama diantara bursa efek dunia. dalam suatu kebijakan strategis, bursa efek new york baru-baru ini mengakuisis Euronext, yang merupakan gabungan bursa efek hasil merger antara bursa amsterdam, brussels, lisbon dan paris. kebijakan ini menghasilkan terciptanya bursa efek trans atlantik (lintas antalantik) yang pertama di dunia. beberapa pengamat memperkirakan bahwa dalam kurun waktu yang cukup singkat, pasar keuangn dan perdagangan akan didominasi oleh dua atau tiga bursa efek dunia yang beroperasi lintas benua. hal ini akan secara signifikan meningkatkan keterbukaan perusahaan-perusahaan internasional bagi para investor internasional. pada saat yang sama, bangkitnya pasar-pasar modal baru, seperti london alternative investment market (AIM), alternext prancis dan entry standard jerman, akan makin memperluas jangkauan perusahaan-perusahaan yang saat ini mampu melepaskan diri dari obligasi atau ikatan-ikatan keuangan dan utang lokal. seluruh perkembangan ini menghadapkann kita pada situasi yang sangat kompleks bagi regulasi laporan keuangan.
Sumber

Choi D.S. Frederick, Meek K. Gary, penerjemah Hamdan M. Yusuf, 2010, Akuntansi Internasional,           Edisi 6, Salemba Empat, Jakarta

Minggu, 10 Januari 2016

Kasus KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono yang diduga menyuap pajak



Nama               : Rizqi Toyibullah Amsor
NPM                : 26212638
Kelas               : 4EB07

Kasus KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono yang diduga menyuap pajak
1.      Latar Belakang
Sebagai akuntan publik, profesionalisme merupakan syarat utama profesi ini. Karena selain profesi yang bekerja atas kepercayaan masyarakat, kontribusi akuntan publik terhadap ekonomi sangatlah besar. Peran auditor untuk meningkatkan kredibilitas dan reputasi perusahaan sangatlah besar. Selain itu beberapa peneliti seperti Peursem (2005) melihat bahwa auditor memainkan peranan penting dalam jaringan informasi di suatu perusahaan. Sejalan dengan pendapat tersebut, Gjesdal (1981) dalam Suta dan Firmanzah (2006) juga mengatakan bahwa peranan utama auditor adalah menyediakan informasi yang berguna untuk keperluan penyusunan kontrak yang dilakukan oleh pemilik atau manajer perusahaan.
Logika sederhananya bahwa agar mesin perekonomian suatu negara dapat menyalurkan dana masyarakat kedalam usaha-usaha produktif yang beroperasi secara efisien, maka perlu disediakan informasi keuangan yang andal, yang memungkinkan para investor untuk memutuskan kemana dana mereka akan di investasikan. Untuk itu dibutuhkan akuntan publik sebagai penilai kewajaran informasi yang disajikan manajemen. Jadi jelas bahwa begitu besarnya peran akuntan publik dalam perekonomian, khususnya dalam lingkup perusahaan menuntut profesi ini untuk selalu profesional serta taat pada etika dan aturan yang berlaku.
Dari penjelasan tentang pentingnya peran akuntan publik tersebut maka penulis tertarik untuk mengambil salah satu contoh kasus pelanggaran etika profesi akuntansi tentang KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono yang terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia yang diharapkan dapat memberikan informasi lebih nyata tentang pentingnya etika profesi akuntansi agar pembaca dapat lebih mudah memahaminya.
KPMG adalah salah satu perusahaan jasa profesional terbesar di dunia. KPMG mempekerjakan 104.000 orang dalam partnership global menyebar di 144 negara. Pendapatan komposit dari anggota KPMG pada 2005 adalah US$15,7 miliar. KPMG memiliki tiga jalur layanan: audit, pajak, dan penasehat. KPMG adalah salah satu anggota the Big Four auditors, bersama dengan PricewaterhouseCoopers, Ernst & Young dan Deloitte. KPMG International dipimpin oleh Michael D.V. Rake, Ketua, Mitra Senior KPMG di Britania Raya; Michael P. Wareing, CEO, Mitra KPMG di Britania Raya; John B. Harrison, Ketua-Wilayah Asia Pasifik, Mitra KPMG di RRT dan Hong Kong; Timothy P. Flynn, Ketua-Wilayah Amerika, Ketua KPMG di Amerika Serikat; Ben van der Veer, Ketua-Wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Ketua KPMG di Belanda.

2.      Kronologi Kejadian elanggaran pelanggaran etika profesi akunansi
September tahun 2001, KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono harus menanggung malu. Kantor akuntan publik ternama ini terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia sebesar US$ 75 ribu. Sebagai siasat, diterbitkan faktur palsu untuk biaya jasa profesional KPMG yang harus dibayar kliennya PT Easman Christensen, anak perusahaan Baker Hughes Inc. yang tercatat di bursa New York.
Berkat aksi sogok ini, kewajiban pajak Easman memang susut drastis. Dari semula US$ 3,2 juta menjadi hanya US$ 270 ribu. Namun, Penasihat Anti Suap Baker rupanya was-was dengan polah anak perusahaannya. Maka, ketimbang menanggung risiko lebih besar, Baker melaporkan secara suka rela kasus ini dan memecat eksekutifnya.
Badan pengawas pasar modal AS, Securities & Exchange Commission, menjeratnya dengan Foreign Corrupt Practices Act, undang-undang anti korupsi buat perusahaan Amerika di luar negeri. Akibatnya, hampir saja Baker dan KPMG terseret ke pengadilan distrik Texas. Namun, karena Baker mohon ampun, kasus ini akhirnya diselesaikan di luar pengadilan KPMG pun terselamatkan.

3.      Analisis
Menurut saya, akuntan internal KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono belum sepenuhnya menerapkan 4 prisip etika akuntan. Dari kedelapan prinsip akuntan yaitu tanggung jawab profesi, kepentingan publik, integritas, objektifitas, kompetensi dan kehati-hatian profesional, kerahasiaan, perilaku profesional, dan standar teknis, prinsip-prinsip etika akuntan yang dilanggar antara lain :
A.                 Tanggung jawab profesi, dimana seorang akuntan harus bertanggung jawab secara professional terhadap semua kegiatan yang dilakukannya. Akuntan Internal KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono kurang bertanggung jawab karena dia terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia sebesar US$ 75 ribu.
B.                 Kepentingan Publik, dimana dalam kasus ini akuntan KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono diduga tidak bekerja demi kepentingan publik karena diduga sengaja terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia yang disiasati telah menerbitkan faktur palsu untuk biaya jasa profesional KPMG yang harus dibayar kliennya PT Easman Christensen, anak perusahaan Baker Hughes Inc. yang tercatat di bursa New York. Hal ini tentu saja sangat berbahaya, termasuk bagi perusahaan KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono.
C.                 Integritas, dimana akuntan harus bekerja dengan profesionalisme yang tinggi. Dalam kasus ini akuntan KPMG-Siddharta  tidak menjaga integritasnya, karena  telah melakukan penyogokan aparat pajak di indonesia.
D.                 Objektifitas, dimana akuntan harus bertindak obyektif dan bersikap independen atau tidak memihak siapapun. Dalam kasus ini akuntan KPMG memihak kepada kliennya dan melakukan kecurangan dengan menyogok aparat pajak di Indonesia.

4.      KESIMPULAN
Dari hasil pembahasan diatas maka hasil yang dapat penulis simpulkan adalah sebagai berikut:
A.                 Jadi pihak KPMG telah menyogok aparat pajak sebesar UU$ 75.000 Sebagai siasat, diterbitkan faktur palsu untuk biaya jasa profesional KPMG yang harus dibayar kliennya PT Easman Christensen, anak perusahaan Baker Hughes Inc. yang tercatat di bursa New York
B.                  Solusi dari kasus tersebut adalah sebagai berikut:
a.       Harus ada upaya untuk membenarkan kesalahan sebelumnya dan tidak mengulanginya lagi, karena konsistensi yang salah tidak boleh dipertahankan.
b.      Perbaikan sistem akuntansi dan konsistensi penerapan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di perusahaan.
c.       Lebih selektif dalam memilih auditor yang benar-benar kompeten dan profesional untuk bekerja dikantor tersebut untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono.