DASBOARD

Cari Blog Ini

Minggu, 10 Januari 2016

Kasus KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono yang diduga menyuap pajak



Nama               : Rizqi Toyibullah Amsor
NPM                : 26212638
Kelas               : 4EB07

Kasus KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono yang diduga menyuap pajak
1.      Latar Belakang
Sebagai akuntan publik, profesionalisme merupakan syarat utama profesi ini. Karena selain profesi yang bekerja atas kepercayaan masyarakat, kontribusi akuntan publik terhadap ekonomi sangatlah besar. Peran auditor untuk meningkatkan kredibilitas dan reputasi perusahaan sangatlah besar. Selain itu beberapa peneliti seperti Peursem (2005) melihat bahwa auditor memainkan peranan penting dalam jaringan informasi di suatu perusahaan. Sejalan dengan pendapat tersebut, Gjesdal (1981) dalam Suta dan Firmanzah (2006) juga mengatakan bahwa peranan utama auditor adalah menyediakan informasi yang berguna untuk keperluan penyusunan kontrak yang dilakukan oleh pemilik atau manajer perusahaan.
Logika sederhananya bahwa agar mesin perekonomian suatu negara dapat menyalurkan dana masyarakat kedalam usaha-usaha produktif yang beroperasi secara efisien, maka perlu disediakan informasi keuangan yang andal, yang memungkinkan para investor untuk memutuskan kemana dana mereka akan di investasikan. Untuk itu dibutuhkan akuntan publik sebagai penilai kewajaran informasi yang disajikan manajemen. Jadi jelas bahwa begitu besarnya peran akuntan publik dalam perekonomian, khususnya dalam lingkup perusahaan menuntut profesi ini untuk selalu profesional serta taat pada etika dan aturan yang berlaku.
Dari penjelasan tentang pentingnya peran akuntan publik tersebut maka penulis tertarik untuk mengambil salah satu contoh kasus pelanggaran etika profesi akuntansi tentang KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono yang terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia yang diharapkan dapat memberikan informasi lebih nyata tentang pentingnya etika profesi akuntansi agar pembaca dapat lebih mudah memahaminya.
KPMG adalah salah satu perusahaan jasa profesional terbesar di dunia. KPMG mempekerjakan 104.000 orang dalam partnership global menyebar di 144 negara. Pendapatan komposit dari anggota KPMG pada 2005 adalah US$15,7 miliar. KPMG memiliki tiga jalur layanan: audit, pajak, dan penasehat. KPMG adalah salah satu anggota the Big Four auditors, bersama dengan PricewaterhouseCoopers, Ernst & Young dan Deloitte. KPMG International dipimpin oleh Michael D.V. Rake, Ketua, Mitra Senior KPMG di Britania Raya; Michael P. Wareing, CEO, Mitra KPMG di Britania Raya; John B. Harrison, Ketua-Wilayah Asia Pasifik, Mitra KPMG di RRT dan Hong Kong; Timothy P. Flynn, Ketua-Wilayah Amerika, Ketua KPMG di Amerika Serikat; Ben van der Veer, Ketua-Wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Ketua KPMG di Belanda.

2.      Kronologi Kejadian elanggaran pelanggaran etika profesi akunansi
September tahun 2001, KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono harus menanggung malu. Kantor akuntan publik ternama ini terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia sebesar US$ 75 ribu. Sebagai siasat, diterbitkan faktur palsu untuk biaya jasa profesional KPMG yang harus dibayar kliennya PT Easman Christensen, anak perusahaan Baker Hughes Inc. yang tercatat di bursa New York.
Berkat aksi sogok ini, kewajiban pajak Easman memang susut drastis. Dari semula US$ 3,2 juta menjadi hanya US$ 270 ribu. Namun, Penasihat Anti Suap Baker rupanya was-was dengan polah anak perusahaannya. Maka, ketimbang menanggung risiko lebih besar, Baker melaporkan secara suka rela kasus ini dan memecat eksekutifnya.
Badan pengawas pasar modal AS, Securities & Exchange Commission, menjeratnya dengan Foreign Corrupt Practices Act, undang-undang anti korupsi buat perusahaan Amerika di luar negeri. Akibatnya, hampir saja Baker dan KPMG terseret ke pengadilan distrik Texas. Namun, karena Baker mohon ampun, kasus ini akhirnya diselesaikan di luar pengadilan KPMG pun terselamatkan.

3.      Analisis
Menurut saya, akuntan internal KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono belum sepenuhnya menerapkan 4 prisip etika akuntan. Dari kedelapan prinsip akuntan yaitu tanggung jawab profesi, kepentingan publik, integritas, objektifitas, kompetensi dan kehati-hatian profesional, kerahasiaan, perilaku profesional, dan standar teknis, prinsip-prinsip etika akuntan yang dilanggar antara lain :
A.                 Tanggung jawab profesi, dimana seorang akuntan harus bertanggung jawab secara professional terhadap semua kegiatan yang dilakukannya. Akuntan Internal KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono kurang bertanggung jawab karena dia terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia sebesar US$ 75 ribu.
B.                 Kepentingan Publik, dimana dalam kasus ini akuntan KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono diduga tidak bekerja demi kepentingan publik karena diduga sengaja terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia yang disiasati telah menerbitkan faktur palsu untuk biaya jasa profesional KPMG yang harus dibayar kliennya PT Easman Christensen, anak perusahaan Baker Hughes Inc. yang tercatat di bursa New York. Hal ini tentu saja sangat berbahaya, termasuk bagi perusahaan KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono.
C.                 Integritas, dimana akuntan harus bekerja dengan profesionalisme yang tinggi. Dalam kasus ini akuntan KPMG-Siddharta  tidak menjaga integritasnya, karena  telah melakukan penyogokan aparat pajak di indonesia.
D.                 Objektifitas, dimana akuntan harus bertindak obyektif dan bersikap independen atau tidak memihak siapapun. Dalam kasus ini akuntan KPMG memihak kepada kliennya dan melakukan kecurangan dengan menyogok aparat pajak di Indonesia.

4.      KESIMPULAN
Dari hasil pembahasan diatas maka hasil yang dapat penulis simpulkan adalah sebagai berikut:
A.                 Jadi pihak KPMG telah menyogok aparat pajak sebesar UU$ 75.000 Sebagai siasat, diterbitkan faktur palsu untuk biaya jasa profesional KPMG yang harus dibayar kliennya PT Easman Christensen, anak perusahaan Baker Hughes Inc. yang tercatat di bursa New York
B.                  Solusi dari kasus tersebut adalah sebagai berikut:
a.       Harus ada upaya untuk membenarkan kesalahan sebelumnya dan tidak mengulanginya lagi, karena konsistensi yang salah tidak boleh dipertahankan.
b.      Perbaikan sistem akuntansi dan konsistensi penerapan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di perusahaan.
c.       Lebih selektif dalam memilih auditor yang benar-benar kompeten dan profesional untuk bekerja dikantor tersebut untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono. 

Sabtu, 30 Mei 2015

TUGAS TRANSLETE



Nama               : Rizqi Toyibullah Amsor
NPM               : 26212638
Kelas               : 3 EB 07
Bahasa Inggris Bisnis 2
SIMPLE PRSENT
Planning involves determining overall company objectives and deciding how these goals can best be achieved. ( perencanaan merupakan penentuan seluruh sasaran perusahaan dan memutuskan bagaimana tujuan bisa dicapai dengan baik).

PAST TENSES
The first generation of computer, which used vacuum tubes, came out in 1950. Is  an example of these computers could performed thousands of calculations per second. In 1960 the second generation of computers was depeloved and these could performed ten time faster than their first computers. ( komputer generasi pertama, yang disebut vacuum tube, dikeluarkan pada 1950. Ini adalah sebuah percontohan, komputer ini dapat melakukan ribuan perhitungan per detik. Pada 1960, generasi komputer kedua telah dikembangkan dan ini dapat bekerja sepuluh kali lebih cepat  dibandingkan dengan komputer pertama).

MODAL
People who are willing to sell a comodity contact people who are willing to buy it, a market for that comodity is created. Buyer and seller may meet in person, or they may communicate in some other way: by letter, by telephone or through their agents. (Orang-orang yang bersedia untuk menjual barang dagang menghubungi orang  yang bersedia untuk membelinya melalui  pasar untuk barang dagang yang dibuat. Pembeli dan penjual dapat bertemu langsung, atau mereka dapat berkomunikasi dengan cara lain: dengan surat, melalui telepon atau melalui agen mereka).


Rabu, 07 Januari 2015

PUISI



ANTARA KITA DAN KEADAAN
Satu dua tiga empat jengkal jaraknya
Lima enam tujuh kilo jauhnya
Gerak dan wajahmu masih kurasa dalam dada
    Entah satu dua tiga tahun lamanya
    Atau empat lima enam hambatannya
    Kamu akan selalu berada dalam sanubariku
Selama kita masih bisa melihat bulan di tempat yang berbeda
Selama angin masih bisa dihirup oleh jasad kita
Selama langkah masih bisa mempersempit jarak antara kita
Selama itu pun diri ini akan selalu berharap agar engkau bisa menjadi dari anak anakku.

FATAMORGANA
Kedewasaan mereka yang telah membuat penyakit pada hari lusa
Penyakit yang tidak akan terasa bagi mereka yang lupa pada dirinya
Sifat dunia yang fatamorgana membuyarkan pandangan mereka
Buka satu atau dua, tapi beribu pasang mata banyaknya
    Kenikmatan yang akan menjadi penyakit di hari depan
    Keindahan yang menjadi penyebab sebuah kecelakaan
    Denga penuh rasa bangga telah kalian lakukan
Ketika nafsu yang mengendalikan pikiran
Sebuah aturan bukanlah suatu hambatan
Pada saat itu juga kecelakaan akan menunggumu di masa depan
Dan sekarang wajib katakan tidak pada narkoba

PERJUANGAN
Terombag ambing ditengah lautan
Tak ku lihat pulau yang berada disekitarku
Hanya biru dan biru yang berada dalam pandaganku
    Dayung ini ku kayuh dengan kuat   
    Untuk bisa hidup dimana seharusnya aku hidup
Badai dan gulungan ombak selalu mewarnai perjalan ini
Terik matahari dan angin malam di tengah samudera
Selalu memaksaku untukk berhenti di perjalanan ini
    Bermodal keyakinan dan kerja keras
    Aku akan terus memaksa untuk hidup dimana seharusnya aku hidup
    Dan bersikap mati akan tantangan.


                               RIZQI TOYIBULLAH AMSOR
                               26212638
                               3EB07

Kamis, 13 November 2014

Resensi Film Alangkah Lucunya Negeri Ini



Nama              : Rizqi Toyibullah Amsor
NPM                : 26212638
Kelas               : 3EB07

RESENSI FILM ALANGKAH LUCUNYA NEGRI INI
1.      Cover










2.      Detail Film
Judul film                    : Alangkah Lucunya Negeri Ini
Pengarang                    : Musfar Yasin
Produser                      : Zairin Zain
Sutradar                       : Deddy Mizwar
Produksi                      : Citra Sinema
Tahun Produksi                       : 2010 



3.      Sinopsis
Sebuah film komedi Indonesia karya sineas ternama Deddy Mizwar yang berjudul “Alangkah Lucunya Negeri Ini” mencoba mengangkat potret nyata dalam kehidupan bangsa Indonesia. Dengan membawakan tema pendidikan, film ini mempunyai plot utama yaitu bagaimana Muluk (Reza Rahadian) dan kawan-kawannya bisa mengubah para pencopet cilik untuk tidak lagi mencopet dan beralih usaha yang halal dengan cara yang “tidak biasa”. Selain itu yang tidak kalah serunya adalah adanya bumbu-bumbu komedi yang membuat penonton berpikir seperti celetukan para bocah pencopet atau keadaan-keadaan sekitar film ini yang menggambarkan cerita negeri ini apa adanya. 
Sejak lulus S1, hampir 2 tahun Muluk belum mendapatkan pekerjaan. Meskipun ia selalu gagal untuk mendapatkan pekerjaan, ia tidak pernah berputus asa. Suatu hari di pasar, ia bertemu dengan pencopet yang bernama Komet. Komet membawa Muluk ke markasnya, lalu memperkenalkannya kepada bos pencopet yang bernama Jarot. Muluk kaget karena di dalam markas pencopet itu banyak anak-anak yang seusia dengan Komet dan berprofesi sama yaitu, pencopet.\
Akal Muluk berputar dan melihat peluang yang ia tawarkan kepada Jarot. Ia meyakinkan Jarot bahwa ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari hasil mencopet, termasuk biaya mendidik mereka.
Usaha yang dikelola Muluk kini membuahkan hasil, namun di hati kecilnya, Muluk tergerak untuk mengarahkan para pencopet itu agar mau mengubah profesi mereka. Dibanru oleh kedua rekannya yang sama-sama sarjana, Muluk membagi tugas untuk mengajarkan agama, budu pekerti, dan kewarganegaraan.
Di akhir film, muncul pernyataan keras yang menjadi jiwa film ini: “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara”, bunyi pasal 34 UUD 1945. Hal ini sebenarnya mempunyai muatan politis yang menyindir keseriusan para elit politik dalam memperhatikan nasib kaum terpinggirkan.

4.      Kelebihan dan Kekurangan
a.      Kelebihan
 Ide film ini sangat bagus. Latar ceritanya pun sesuai dengan keadaan bangsa Indonesia saat ini.   Menceritakan kehidupan para fakir miskin dan anak-anak terlantar yang dilupakan pemerintah, dan film tersebut bersifat menyentil keadaan pemerintahan kita dengan maksud untuk menyadarkan pemerintahan Negara Indonesia.
b.      Kekurangan
Film ini menganggap bahwa para lulusan S1 belum tentu mudah mendapatkan pekerjaan dan hanya menceritakan sisi negatif kinerja pemerintahan DKI Jakarta.
Jika penonton kurang masuk dalam film ini akan memiliki kesan yang negative terhadap sarjana yang sulit mencari pekerjaan dalam kata lain penonton mempunyai rasa pesimis akan menjadi sarjana.

5.      Penilaian
Film ini sangat bagus karena mengandung nilai-nilai kehidupan sehari-hari yang serimg terlupakan, namun cerita akhirnya yang masih menggantung membuat kita bertanya-tanya dengan nasib seorang sarjana manajemen tersebut.
Mungkin sutradara sengaja membuat film tanpa akhir yang jelas supaya kita bias merenung akan hal tersebut terutama dalam pendidikan.




 http://film-motivasi.blogspot.com/2011/04/alangkah-lucunya-negeri-ini-film.html
 http://id.wikipedia.org/wiki/Alangkah_Lucunya_%28Negeri_Ini%29